Kota Kecil Samsung Silver Willow

夥伴介紹

// PROFILE

Kota Kecil Samsung Silver Willow

Samsung Silver Willow Township adalah kelompok anak muda lokal dari Yilan yang telah bergandengan tangan dengan petani bunga setempat untuk menemukan kemungkinan baru bagi industri pohon willow perak yang dulunya mengalami penurunan. Dengan "pohon willow perak" sebagai intinya, mereka memulai dari pertanian lokal dan menggabungkan desain kreatif, pengalaman pendidikan, dan aplikasi sirkular untuk menghidupkan kembali nilai dan masa depan tanaman tradisional ini.

Sejak zaman kuno, pohon willow perak telah melambangkan kekayaan dan keberuntungan, menjadikannya tanaman yang sangat representatif untuk Tahun Baru Imlek. Yilan, dengan iklim dan kualitas airnya yang unik, telah membudidayakan pohon willow perak berkualitas tinggi dengan daun yang lebat, berwarna putih keperakan, dan cabang yang kokoh, dan pernah memiliki industri yang luas dan berkembang pesat. Namun, dengan perubahan kebiasaan pasar, permintaan pohon willow perak secara bertahap terbatas pada musim Tahun Baru Imlek, yang menimbulkan tantangan bagi industri ini.

Menghadapi transformasi ini, tim memilih untuk menemukan kembali kemungkinan-kemungkinan dari kayu willow bertekstur kasar. Mereka percaya bahwa kayu willow bertekstur kasar bukan hanya bunga untuk perayaan, tetapi juga material lokal alami dan ramah lingkungan yang membawa kenangan budaya lokal. Melalui pengembangan produk dan desain inovatif, kayu willow bertekstur kasar telah diperluas ke berbagai bidang seperti desain bunga, barang-barang rumah tangga, pengalaman pendidikan, DIY kreatif, dan material ramah lingkungan, memungkinkan tanaman tradisional ini memasuki berbagai kehidupan sehari-hari yang lebih luas.

Dalam praktik keberlanjutan mereka, tim tersebut telah mengembangkan lebih lanjut proses pembakaran cabang pohon willow perak menjadi biochar, yang kemudian digunakan untuk membuat kantong penyerap kelembapan dan penghilang bau alami. Kantong-kantong ini dapat digunakan di ruang-ruang hunian seperti lemari sepatu, lemari pakaian, dan interior mobil. Tidak hanya ramah lingkungan dan praktis, biochar juga dapat didaur ulang sebagai bahan perbaikan tanah, menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Selain itu, produk sampingan didesain ulang menjadi produk budaya dan kreatif seperti tatakan gelas dan ranting willow, menggabungkan kepraktisan dengan makna budaya, sehingga sumber daya dapat mewujudkan potensi penuhnya.

Dari lahan pertanian hingga kreativitas, Tim Budaya dan Kreatif Yinliu menggunakan pendekatan transformasi enam tingkat untuk menghubungkan produksi, pengolahan, desain, pengalaman, dan pendidikan. Hal ini mengubah Yinliu dari tanaman yang hanya muncul sebentar selama Tahun Baru Imlek menjadi bagian kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami, digunakan, dan dapat dinikmati. Bagi mereka, transformasi bukanlah tentang meninggalkan tradisi, tetapi tentang membiarkan tradisi berlanjut dalam bentuk baru, membuka kemungkinan lain bagi pertanian Taiwan, budaya lokal, dan inovasi berkelanjutan.